Entri Populer

Jumat, 02 Desember 2011

Buah sirsak bisa buat obat tumor

Buah Sirsak Obat Tumor dan Kanker


Sirsak Penyembuh Kanker & Tumor
Buah Sirsak (Graviola) adalah salah satu makanan pavorite saya, mungkin sebagian dari anda juga adalah pengkonsumsi dari buah sirsak ini. Namun dibalik dari rasanya yang sedikit asam – asam ini ternyata buah sirsak ini mengandung manfaat yang luar biasa.
Di kalangan masyarakat perkampungan yang dimana pohon sirsak ini banyak ditanam, Buah sirsak ini dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, bahkan ada sebagian masyarakat yeng mempercayai mitos bahwa buah sirsak adalah salah satu makanan kesukaan para dewa, sehingga untuk memetiknyapun tidak boleh sembarangan.
Karena beredarnya khasiat buah sirsak ini hingga sampai ke telinga para pakar riset di Health Sciences Institute, dan merekapun melakukan riset ternyata hasilnya sangat mengejutkan, selain obat untuk berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, anti bakteri, anti jamur  dan menormalkan sistem syaraf yang kurang baik. Ternyata buah sirsak ini berkhasiat membunuh tumor/kanker. (Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences Institute).
Sebenarnya khasiat buah sirsak ini telah diketahui sudah lama oleh The National Cancer Institute (NCI) pada tahun 1976, hanya tidak pernah dipublikasikan karena alasan untuk kepentingan penyelidikan.  kayak Buronan aja ya? Hehehe…
Sirsak disebut juga jnangka sabrang, nangka londo, Nangka buris, srikaya Jawa, dan di Jawa barat dikenal dengan nama Manalika.
Dibawah ini beberapa manfaat sirsak beserta ramuannya:
  • Sakit Pinggang. 20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
  • Ambeien. Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • Sakit Kandung Air Seni. Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
  • Bayi Mencret. Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
  • Anyang-anyangan. Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.

obat peninggi badan

Informasi penting tentang tinggi badan
Pada umumnya, masa pertumbuhan manusia terjadi sebelum melewati usia 20 tahun. Pada usia sebelum 20th tersebut, pertumbuhan tinggi badan terjadi secara alami yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan tersebut antara lain adalah faktor keturunan, faktor asupan nutrisi harian, faktor aktifitas olahraga, dan beberapa faktor penting lainnya. Untuk mengetahui secara jelas tentang pertambahan tinggi badan dan hal-hal yang berkaitan dengan itu, silakan simak artikel-artikel seputar peninggi badan berikut ini....
Pertumbuhan tinggi badan manusia
kerangka-manusia Umumnya, pertambahan tinggi badan manusia dimulai sejak bayi sampai dengan usia dewasa (kurang lebih 20 tahun). Namun tentu saja ada beberapa perkecualian. Mereka yang mengalami kelainan kretinisme (kekerdilan) tidak bisa bertambah tinggi badannya sejak usia tertentu. Sehingga tubuhnya sangat pendek, seukuran anak usia Sekolah Dasar. Ada pula yang menderita kelainan gigantisme (raksasa). Orang yang menderita kelainan gigantisme ini akan terus bertambah tinggi meskipun telah berusia dewasa (lebih dari 20 tahun) oleh karena hormon pertumbuhannya tidak berhenti sebagaimana mestinya. Sehingga orang tersebut memiliki ukuran tubuh sangat besar bagaikan raksasa. Oleh karena itu bersyukurlah kita semua yang mendapatkan ukuran tubuh yang relatif normal. Tidak kerdil. Tidak pula raksasa.
Adapun, hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan antara lain genetik, asupan nutrisi atau gizi makanan, kualitas tidur, serta olahraga atau rutinitas tertentu.
Faktor Yang Mempengaruhi Tinggi Badan :
tinggi-badanGenetik (Keturunan)
Faktor ini cukup dominan dalam menentukan tinggi badan seseorang. Dan faktor ini sudah ada sejak lahir. Seorang anak yang memiliki ibu dan ayah yang berpostur tinggi biasanya nantinya akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang berpostur tinggi pula. Begitupun sebaliknya. Jika ayah dan ibunya pendek, maka seringkali anaknya juga memiliki postur yang juga pendek. Anda dapat mengamati bahwa orang-orang Afrika meskipun tidak mendapatkan gizi makanan yang baik, namun memiliki postur yang tinggi. Hal itu dapat terjadi lebih dikarenakan faktor keturunan atau genetik ini. Secara umum, faktor genetik ibu lebih berpengaruh ketimbang faktor genetik dari ayah. Ini berarti bahwa Si A yang memiliki ibu tinggi dan ayah pendek akan berpeluang memiliki tubuh yang lebih tinggi ketimbang si B yang memiliki ayah tinggi dan ibu pendek. Namun tentu saja hal itu bukanlah suatu kepastian, namun hanya kecenderungan medis telah diamati.
tinggi-badanAsupan nutrisi
Gizi makanan sangat penting dalam membantu pertumbuhan tinggi badan seseorang. Mengapa orang Eropa memiliki tubuh yang tinggi daripada orang Asia? Salah satu sebabnya adalah gizi makanan yang mereka konsumsi sehari-hari mereka jauh lebih baik daripada gizi makanan yang dikonsumsi oleh orang-orang Asia. Pernahkah anda mengamati pertambahan tinggi badan seorang balita?. Biasanya mereka mengalami pertambahan tinggi badan yang pesat. Dan tahukah anda apa sebabnya? Oleh karena balita mendapatkan gizi yang sangat baik, terutama dari susu yang mereka minum. Susu adalah makanan yang memiliki gizi ”sempurna” bagi pertumbuhan tulang (tubuh). Susu mengandung semua zat yang dibutuhkan tulang untuk bertambah panjang. Protein, Kalsium, Magnesium, berbagai macam vitamin dan berbagai macam mineral ada dalam kandungan susu.
tinggi-badan Tidur Berkualitas
Tidur berkualitas sangat penting dalam memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan. Sebab hormon pertumbuhan bekerja ”penuh” sewaktu tidur. Semakin berkualitas tidur seseorang, maka hormon pertumbuhan semakin bekerja optimal. Dan itu artinya akan menghasilkan pertambahan tinggi badan secara optimal pula. Cobalah anda mengukur tinggi badan anda pada pagi hari tepat setelah bangun tidur. Mungkin anda akan kaget. Sebab meskipun telah dewasa (tidak lagi dalam masa pertumbuhan), namun tinggi badan anda bertambah sewaktu bangun tidur (biasanya 1-2 cm). Ini disebabkan oleh karena adanya pertambahan panjang tulang rawan pada punggung dan kaki. Namun pertambahan ini bersifat sementara saja. Pada sore hari tinggi badan anda akan kembali seperti semula oleh karena berbagai aktifitas yang anda lakukan dan oleh karena gaya gravitasi bumi. Oleh karena itu, dalam melaksanakan program peninggi badan alami ini, nantinya kualitas tidur anda harus ditingkatkan untuk meraih hasil yang optimal. Tidur yang sangat menunjang bagi pertumbuhan badan adalah tidur lelap (deep sleep) selama kurang lebih 7-8 jam tanpa terputus-putus, tanpa perasaan gelisah dan tanpa mimpi.

tinggi-badan Olahraga teratur
Pernahkah anda membandingkan tinggi badan seorang teman yang sering berolahraga renang atau basket dengan teman lainnya yang tidak pernah atau jarang berolahraga tersebut ? Jika ya, anda akan melihat perbedaan yang cukup mencolok bahwa mereka yang melakukan olahraga renang atau basket secara teratur biasanya memiliki tinggi badan diatas rata-rata. Ini disebabkan oleh karena olahraga sangat mempengaruhi tinggi badan seseorang. Olahraga teratur dapat memacu produksi hormon pertumbuhan oleh tubuh sehingga dapat menambah tinggi badan secara signifikan. Gerakan-gerakan dalam renang dan basket juga secara langsung merangsang tulang kaki dan punggung untuk bertambah panjang dan panjang.
Dengan demikian, dapat diprediksikan bahwa seseorang yang memiliki orang tua yang tinggi, dan mendapatkan asupan gizi yang baik selama masa pertumbuhan, serta mempunyai kebiasaan tidur yang baik dan berolahraga teratur cenderung memiliki tinggi badan diatas rata-rata.
Kelenjar Pituitari
Kelenjar pituitari adalah kelenjar yang bertugas mengeluarkan hormon pertumbuhan. Posisi kelenjar pituitari ini tampak pada gambar berikut :
kelenjar-pituitari-pengontrol-hormon-pertumbuhan Kelenjar pituitari terdiri dari 3 bagian, yaitu lobus anterior, pars intermedia dan lobus posterior. Lobus anterior dari kelenjar pituitari inilah yang memproduksi hormon pertumbuhan dan juga hormon-hormon lainnya. Hormon pertumbuhan ini adalah hormon yang mengatur pertumbuhan jaringan tulang keras dan tulang rawan. Dalam program peninggi badan alami, melalui metode khusus, kelenjar pituitari ini dapat ditingkatkan aktifitasnya sehingga dapat menghasilkan hormon pertumbuhan lebih banyak. Aktifitas kelenjar pituitari ini dapat ditingkatkan dengan 5 cara khusus. Untuk informasi selengkapnya, baca di ebook PPBA.
Aktifitas yang dapat mengoptimalkan tinggi badan
Jika anda masih berada pada masa pertumbuhan (kurang dari 20 tahun), maka rutinitas berikut ini dapat anda lakukan untuk mengoptimalkan tinggi badan anda. Rutinitas berikut ini dapat merangsang kelenjar pituitari untuk untuk mengeluarkan hormon pertumbuhan lebih banyak sehingga tinggi badan dapat optimal. Semua rutinitas berikut dikategorikan sebagai Exercises Induced Growth Hormone (EIGH). Latihan Yang Merangsang Hormon Pertumbuhan.
tinggi-badan Stretching
Gerakan stretching ini adalah gerakan meregangkan badan. Sehingga tulang-tulang punggung tertarik memanjang. Jika gerakan ini dilakukan secara rutin dan intensif maka dapat membantu merangsang penambahan panjang tulang-tulang punggung. Cara melakukan stretching secara intensif dan benar, dapat anda lihat pada ebook PPBA.

tinggi-badan Hanging
Yaitu gerakan bergantung dengan kedua tangan. Gerakan ini sangat merangsang pemanjangan tulang-tulang punggung, terutama pada remaja yang masih berada pada masa pertumbuhan. Pada waktu bergantung dengan kedua tangan, tubuh anda tertarik oleh gravitasi kebawah dan tangan anda menahan beban tubuh sehingga terjadi tegangan pada punggung.

tinggi-badan Kicking
Yaitu gerakan menendangkan kaki. Gerakan ini merangsang pertumbuhan tulang kaki sehingga memanjang secara optimal. Pada masa pertumbuhan gerakan ini cukup efektif. Bahkan pada usia dewasa gerakan ini masih dapat menambah panjang kaki, meskipun tidak banyak. Lihat postur atlet takwondo. Mereka umumnya memiliki kaki yang relatif panjang. Ini disebabkan karena setiap hari dalam latihannya, selalu melakukan gerakan menendangkan kaki secara rutin dan intensif. Pada usia dewasa, dimana pertumbuhan telah terhenti, pertambahan panjang tulang kaki terbentuk dari tulang rawannya, bukan tulang kerasnya.

tinggi-badanBiking
Bersepeda. Gerakan dalam bersepeda dapat merangsang pertambahan panjang kaki anda asalkan dilakukan secara benar. Yaitu kaki menapak pedal secara rata, tidak jinjit. Punggung tegap, tidak membungkuk. Gerakan mengayuh dilakukan secara stabil dan konstan. Jika anda setiap hari bersepeda dalam jarak yang cukup jauh, maka hal itu dapat membantu merangsang pertambahan panjang kaki anda.

tinggi-badanSwimming
Berenang. Mengapa para perenang memiliki postur tinggi tegap? Oleh karena gerakan-gerakan dalam renang dapat merangsang pertumbuhan badan secara optimal. Pada waktu berenang, seluruh badan mengalami peregangan dari badan sampai ujung kaki. Disamping itu, gerakan renang hampir melibatkan semua otot-otot tubuh. Gerakan renang juga membutuhkan energi banyak. Dan gerakan renang menimbulkan banyak asam laktat. Semakin banyak energi dan asam laktat yang dikeluarkan tubuh maka tubuh semakin banyak mengeluarkan hormon pertumbuhan. Inilah sebabnya berenang sangat membantu mengoptimalkan tinggi badan pada masa pertumbuhan.

tinggi-badan Basket / Voli
Gerakan basket/voli sangat baik merangsang pertumbuhan badan. Oleh karena pada olahraga ini, tubuh sering melakukan loncatan-loncatan keatas. Loncatan ini melawan gravitasi. Loncatan ini menimbulkan peregangan pada seluruh tubuh. Sehingga merangsang pertumbuhan badan secara signifikan. Basket juga mengeluarkan banyak energi dan asam laktat, sehingga dapat memacu lebih banyak hormon pertumbuhan.

tinggi-badanSpecial exercises
Gerakan special exercises (senam khusus) juga efektif merangsang pertumbuhan badan. ebook PPBA memberikan panduan detil mengenai special exercises yang dapat anda lakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan badan anda. Anda yang berusia dewasa (diatas 20th) juga masih memiliki kesempatan untuk menambah tinggi badan dengan metode PPBA. Karena penambahan tinggi badan tidak hanya berasal dari pertambahan panjang tulang keras, tapi juga dapat diperoleh melalui pertambahan panjang tulang rawan.



Metode Peninggi Badan
1. Metode non-alami (Memakai obat kimia atau operasi tulang)
Yaitu menggunakan obat-obatan kimia atau menggunakan operasi tulang yaitu memperpanjang tulang kaki secara operasi. Saat ini banyak dipasarkan berbagai macam hormon, obat atau suplemen makanan tertentu yang mengklaim dapat menambah tinggi badan. Di dunia maya (baca: internet), peredaran obat-obatan semacam itu juga sangat gencar. Mereka biasa menyebutnya dengan istilah HGH Booster, HGH Enhancer Pill, dan lain sebagainya. Semuanya menjanjikan hasil-hasil peninggi badan yang menggiurkan. Perlu diketahui bahwa berbagai macam obat kimiawi tersebut berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dapat menimbulkan kelainan (disorder) pada jantung, ginjal, hati dan organ tubuh lainnya. Karena cara kerja obat kimiawi tersebut adalah "memaksa" tubuh untuk mengeluarkan hormon pertumbuhan lebih banyak. Paksaan tersebut tentu saja belum tentu berhasil. Bahkan risikonya sangat tinggi. Yaitu menimbulkan disorder pada organ-organ penting tubuh. Selain itu, juga menimbulkan efek samping keanehan-keanehan tertentu. Seorang konsumen melaporkan kekecewaannya terhadap obat-obatan semacam itu. Tubuhnya tidak bertambah tinggi namun justeru tulang tangannya yang mekar (membesar). Sungguh aneh. Anda tidak ingin mengalami hal serupa bukan ?. Sedangkan operasi tulang adalah metode tidak alami lainnya dalam upaya menambah tinggi badan manusia. Konsep pemanjangan tulang kering (tulang kaki/tibia) diperkenalkan oleh Prof. Codivilla, seorang profesor Italia, pada tahun 1905. Konsep tersebut diperkenalkan melalui paper yang dipublikasikan oleh American Journal of Surgery. Codvilla memperkenalkan distraksi osteogenesis dengan 3 tahap. Yakni tahap osteotomi, tahap pemanjangan bertahap, dan tahap penguatan tulang. Adapun peralatan yang dipasang di kaki adalah seperti ini :
operasi tulang peninggi badan pin ditanam dalam tulang
Konsep tersebut kemudian diterapkan pertama kali pada tahun 1972 oleh Prof. G. A Ilizarov pada tahun 1972 terhadap seorang kerdil yang ingin dipanjangkan kakinya. Operasi pemanjangan kaki ini menggunakan beragam peralatan khusus. Sebagian berada diluar kaki, sebagian ditanam (diimplantasikan) ke dalam tulang kaki. Operasi tulang ini mengandung bahaya (efek) seperti disebutkan oleh banyak kalangan medis. Karena dapat mempengaruhi sirkulasi dan keseimbangan mekanis tulang, sendi dan jaringan tisu sekitarnya. Dan dapat mengakibatkan tidak berfungsinya sendi lutut, otot dan ligamen. Operasi tulang ini dapat menambah beberapa centimeter panjang tulang kaki. Setiap centimeter membutuhkan masa rekoveri yang sangat lama. Untuk menambah 5cm saja dibutuhkan waktu 1 tahun penuh masa pemulihan (recovery). Pasien hanya berada di rumah sakit tidak boleh melakukan aktifitas apapun. Pada saat masa rekoveri (sepanjang 1 tahun) pasien mengalami sakit di tulang kaki, gatal-gatal di kulit, peradangan sekitar lubang pinhole (sekrup yang ditanamkan di kaki). Bahkan setelah masa rekoveri para pasien masih sering mendapatkan berbagai macam komplikasi seperti bentuk tulang yang berubah menjadi tidak normal, tulang kering berubah aneh, sendi yang meleset, sendi terasa kaku, cedera sendi dan otot-otot kaki terasa sakit.
Adapun biaya yang diperlukan untuk operasi tulang tersebut adalah USD 25,000. Atau sekitar hampir seperempat milyar rupiah. Ini kalau operasi tersebut dilakukan di China. Jika operasi dilakukan di Eropa atau Amerika, maka biayanya jauh lebih mahal lagi. Sedangkan biaya waktu yang diperlukan adalah selama 1 tahun penuh pasien harus berada di Rumah sakit menjalani perawatan. Belum lagi ditambah sakit yang dialami oleh pasien. Bukan hanya selama masa perawatan tapi juga sepanjang hidupnya. Karena seperti yang telah dikemukan diatas, bahwa pasien yang menjalani operasi tulang sering mengalami hal-hal seperti bentuk tulang yang berubah menjadi tidak normal, tulang kering berubah bentuk menjadi aneh, sendi yang meleset, sendi terasa kaku, cedera sendi dan otot-otot kaki terasa sakit.
Dan perlu diingat pula bahwa dalam ajaran agama, merubah ciptaan Tuhan termasuk larangan. Oleh karena itulah bagi anda yang masih berada pada masa pertumbuhan (dibawah usia 20 tahun) ini adalah kesempatan yang baik bagi anda untuk mengoptimalkan tinggi badan anda secara alami, bukan dengan obat-obatan kimia, dan bukan pula melalui operasi tulang yang berbahaya.
2. Metode Alami
Cara yang baik untuk memacu produksi hormon pertumbuhan bukanlah melalui konsumsi obat-obatan kimia. Melainkan melalui cara alami, seperti yang diterapkan dalam ebook Panduan Peninggi Badan Alami. Cara alami untuk memacu produksi hormon pertumbuhan ini memiliki prinsip sangat sederhana. Yakni melakukan special exercise (gerakan-gerakan senam dan stretching tertentu) dikombinasikan dengan konsumsi nutrisi (makanan) alamiah yang bisa anda peroleh di supermarket atau pasar-pasar tradisional. Dari segi penyerapan, nutrisi alamiah jauh lebih mudah diserap oleh tubuh, dan tidak menimbulkan efek samping. Sedangkan obat-obatan kimia peninggi badan dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan dan susah diserap oleh tubuh. Simak ebook ini dan temukan segala rahasia alamiah menambah tinggi badan secara optimal.

Kamis, 01 Desember 2011

Judi Sudah Ada Obatnya

Kecanduan Judi Sudah Ada Obatnya
img


Jakarta, Bukan cuma kecanduan rokok yang bisa disembuhkan dengan obat, kini kecanduan judi juga sudah ada obatnya. Obat yang bisa dipakai untuk menyembuhkan kecanduan judi pada prinsipnya sama seperti obat untuk menyembuhkan kecanduan narkoba.

Obat bernama Naltrexone tersebut berfungsi menekan produksi opioid endogen di dalam otak seorang pecandu judi. Senyawa yang sama juga diproduksi di dalam otak pecandu narkoba dan berfungsi merangsang perilaku impulsif atau keinginan yang tidak tertahankan.

Penggunaan Naltrexone untuk mengatasi kecanduan judi terdapat dalam guideline yang dipublikasikan para ilmuwan dari Monash university. Dikutip dari Medindia, Rabu (30/11/2011), guideline ini sudah disetujui National Health and Medical Research Council dan dimuat dalam Medical Journal of Australia.

Secara prinsip memang tidak ada perbedaan pada mekanisme kerja obat ini dalam mengatasi kecanduan judi, dibandingkan dengan penggunaannya pada pecandu narkoba. Hanya saja untuk efektivitasnya, para peneliti mengakui belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat.

Soal keamanan, Naltrexone diketahui memiliki efek samping berupa nyeri di pencernaan. Keputusan untuk menggunakan obat ini nantinya akan mempertimbangkan reaksi individual, termasuk sejauh mana seseorang bisa menoleransi efek samping tersebut.

Perbedaan antara kecanduan judi dengan kecanduan yang lain hanya terletak pada faktor yang menstimulasinya. Pada kecanduan judi, stimulasinya adalah perilaku seperti halnya pada kecanduan seks dan pornografi sedangkan pada kecanduan rokok dan narkoba stimulasinya adalah zat berbahaya.

Jika tidak diatasi, kecanduan perilaku maupun zat berbahaya sama-sama bisa memicu kerusakan di bagian otak yang menjadi pusat reward atau rasa senang. Karena kecanduan dicirikan oleh perilaku yang berulang, maka otak yang berfungsi sebagai pusat memori atau ingatan juga akan terkena dampaknya.

AIDS

                                  PENGENALAN DAN PENCEGAHAN AIDS
                                            FAZIDAH A. SIREGAR
                                    Fakultas Kesehatan Masyarakat
                                      Universitas Sumatera Utara
I. PENDAHULUAN
        Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan suatu
syndrome/kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Retrovirus yang
menyerang sistem kekebalan atau pertahanan tubuh. Dengan rusaknya sistem
kekebalan tubuh, maka orang yang terinfeksi mudah diserang penyakit-penyakit lain
yang berakibat fatal, yang dikenal dengan infeksi oportunistik. Kasus AIDS pertama
kali ditemukan oleh Gottlieb di Amerika Serikat pada tahun 1981 dan virusnya
ditemukan oleh Luc Montagnier pada tahun 1983.
        Penyakit AIDS dewasa ini telah terjangkit dihampir setiap negara didunia
(pandemi), termasuk diantaranya Indonesia. Hingga November 1996 diperkirakan
telah terdapat sebanyak 8.400.000 kasus didunia yang terdiri dari 6,7 juta orang
dewasa dan 1,7 juta anak-anak. Di Indonesia berdasarkan data-data yang
bersumber dari Direktorat Jenderal P2M dan PLP Departemen Kesehatan RI sampai
dengan 1 Mei 1998 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 685 orang yang dilaporkan
oleh 23 propinsi di Indonesia. Data jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia pada
dasarnya bukanlah merupakan gambaran jumlah penderita yang sebenarnya. Pada
penyakit ini berlaku teori “Gunung Es“ dimana penderita yang kelihatan hanya
sebagian kecil dari yang semestinya. Untuk itu WHO mengestimasikan bahwa dibalik
1 penderita yang terinfeksi telah terdapat kurang lebih 100-200 penderita HIV yang
belum diketahui.
        Penyakit AIDS telah menjadi masalah internasional karena dalam waktu
singkat terjadi peningkatan jumlah penderita dan melanda semakin banyak negara.
Dikatakan pula bahwa epidemi yang terjadi tidak saja mengenai penyakit    (AIDS ),
virus (HIV) tetapi juga reaksi/dampak negatif berbagai bidang seperti kesehatan,
sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan demografi. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi baik oleh negara maju maupun negara berkembang.
        Sampai saat ini obat dan vaksin yang diharapkan dapat membantu
memecahkan masalah penanggulangan HIV/AIDS belum ditemukan. Salah satu
alternatif dalam upaya menanggulangi problematik jumlah penderita yang terus
meningkat adalah upaya pencegahan yang dilakukan semua pihak yang
mengharuskan kita untuk tidak terlibat dalam lingkungan transmisi yang
memungkinkan dapat terserang HIV.

II. PENGERTIAN AIDS
        Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah Syndrome akibat
defisiensi immunitas selluler tanpa penyebab lain yang diketahui, ditandai dengan
infeksi oportunistik keganasan berakibat fatal. Munculnya Syndrome ini erat
hubungannya dengan berkurangnya zat kekebalan tubuh yang prosesnya tidaklah
terjadi seketika melainkan sekitar 5-10 tahun setelah seseorang terinfeksi HIV.
        Berdasarkan hal tersebut maka penderita AIDS dimasyarakat digolongkan
kedalam 2 kategori yaitu :
1. Penderita yang mengidap HIV dan telah menunjukkan gejala klinis (penderita
    AIDS positif).
2. Penderita yang mengidap HIV, tetapi belum menunjukkan gejala klinis (penderita
    AIDS negatif).
                          
         Menurut Suensen (1989) terdapt 5-10 juta HIV positif yang dalam waktu 5-
7 tahun mendatang diperkirakan 10-30% diantaranya menjadi penderita AIDS.
         Pada tingkat pandemi HIV tanpa gejala jauh lebih banyak dari pada pendrita
AIDS itu sendiri. Tetapi infeksi HIV itu dapat berkembang lebih lanjut dan
menyebabkan kelainan imunologis yang luas dan gejala klinik yang bervariasi.
         AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena mempunyai case
fatality rate 100% dalam 5 tahun setelah diagnosa AIDS ditegakkan, maka semua
penderita akan meninggal.

III. ETIOLOGI AIDS
        Penyebab AIDS adalah sejenis virus yang tergolong Retrovirus yang disebut
Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini pertama kali diisolasi oleh
Montagnier dan kawan-kawan di Prancis pada tahun 1983 dengan nama
Lymphadenopathy Associated Virus (LAV), sedangkan Gallo di Amerika Serikat pada
tahun 1984 mengisolasi (HIV) III. Kemudian atas kesepakatan internasional pada
tahun 1986 nama firus dirubah menjadi HIV.
        Muman Immunodeficiency Virus adalah sejenis Retrovirus RNA. Dalam
bentuknya yang asli merupakan partikel yang inert, tidak dapat berkembang atau
melukai sampai ia masuk ke sel target. Sel target virus ini terutama sel   Lymfosit T,
karena ia mempunyai reseptor untuk virus HIV yang disebut CD-4. Didalam sel
Lymfosit T, virus dapat berkembang dan seperti retrovirus yang lain, dapat tetap
hidup lama dalam sel dengan keadaan inaktif. Walaupun demikian virus dalam tubuh
pengidap HIV selalu dianggap infectious yang setiap saat dapat aktif dan dapat
ditularkan selama hidup penderita tersebut.
        Secara mortologis HIV terdiri atas 2 bagian besar yaitu bagian inti (core) dan bagian selubung (envelop). Bagian inti berbentuk silindris tersusun atas dua untaian
RNA (Ribonucleic Acid). Enzim reverce transcriptase dan beberapa jenis prosein.
Bagian selubung terdiri atas lipid dan glikoprotein (gp 41 dan gp 120). Gp 120
berhubungan dengan reseptor Lymfosit (T4) yang rentan. Karena bagian luar virus
(lemak) tidak tahan panas, bahan kimia, maka HIV termasuk virus sensitif terhadap
pengaruh lingkungan seperti air mendidih, sinar matahari dan mudah dimatikan
dengan berbagai disinfektan seperti eter, aseton, alkohol, jodium hipoklorit dan
sebagainya, tetapi telatif resisten terhadap radiasi dan sinar utraviolet.
        Virus HIV hidup dalam darah, savila, semen, air mata dan mudah mati diluar tubuh. HIV dapat juga ditemukan dalam sel monosit, makrotag dan sel glia jaringan otak.

IV. MASA INKUBASI AIDS
        Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan sejak seseorang terpapar virus HIV sampai dengan menunjukkan gejala-gejala AIDS. Waktu yang dibutuhkan rata-rata cukup lama dan dapat mencapai kurang lebih 12 tahun dan semasa inkubasi penderita tidak menunjukkan gejala-gejala sakit.
        Selama masa inkubasi ini penderita disebut penderita HIV. Pada fase ini
terdapat masa dimana virus HIV tidak dapat terdeteksi dengan pemeriksaan
laboratorium kurang lebih 3 bulan sejak tertular virus HIV yang dikenal dengan
“masa wndow periode”.
        Selama masa inkubasi penderita HIV sudah berpotensi untuk menularkan
virus HIV kepada orang lain dengan berbagai cara sesuai pola transmisi virus HIV.Mengingat masa inkubasi yang relatif lama, dan penderita HIV tidak menunjukkan
gejala-gejala sakit, maka sangat besar kemungkinan penularan terjadi pada fase
inkubasi ini.

V. EPIDEMIOLOGI AIDS
        Sindroma AIDS pertama kali dilaporkan oleh Gottlieb dari Amerika pada tahun 1981. Sejak saat itu jumlah negara yang melaporkan kasus-kasus AIDS meningkat dengan cepat. Dewasa ini penyakit HIV/AIDS telah merupakan pandemi, menyerang jutaan penduduk dunia, pria, wanita, bahkan anak-anak. WHO memperkirakan bahwa sekitas 15 juta orang diantaranya 14 juta remaja dan dewasa terinfeksi HIV. Setiap hari 5000 orang ketularan virus HIV.
        Menurut etimasi WHO pada tahun 2000 sekitar 30-40 juta orang terinfeksi
virus HIV, 12-18 juta orang akan menunjukkan gejala-gejala AIDS dan setiap tahun sebanyak 1,8 juta orang akan meninggal karena AIDS. Pada saat ini laju infeksi (infection rate) pada wanita jauh lebih cepat dari pada pria. Dari seluruh infeksi,90% akan terjadi di negara berkembang, terutama Asia.
CARA PENULARAN
        Secara umum ada 5 faktor yang perlu diperhatikan pada penularan suatu
penyakit yaitu sumber infeksi, vehikulum yang membawa agent, host yang rentan,
tempat keluar kuman dan tempat masuk kuman (port’d entrĂ©e).
        Virus HIV sampai saat ini terbukti hanya menyerang sel Lymfosit T dan sel
otak sebagai organ sasarannya. Virus HIV sangat lemah dan mudah mati diluar
tubuh. Sebagai vehikulum yang dapat membawa virus HIV keluar tubuh dan
menularkan kepada orang lain adalah berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh yang
terbukti menularkan diantaranya semen, cairan vagina atau servik dan darah
penderita.
        Banyak cara yang diduga menjadi cara penularan virus HIV, namun hingga
kini cara penularan HIV yang diketahui adalah melalui :
1. Transmisi Seksual
    Penularan melalui hubungan seksual baik Homoseksual maupun Heteroseksual
    merupakan penularan infeksi HIV yang paling sering terjadi. Penularan ini
    berhubungan dengan semen dan cairan vagina atau serik. Infeksi dapat
    ditularkan dari setiap pengidap infeksi HIV kepada pasangan seksnya. Resiko
    penularan HIV tergantung pada pemilihan pasangan seks, jumlah pasangan seks
    dan jenis hubungan seks. Pada penelitian Darrow (1985) ditemukan resiko
    seropositive untuk zat anti terhadap HIV cenderung naik pada hubungan seksual
    yang dilakukan pada pasangan tidak tetap. Orang yang sering berhubungan
    seksual dengan berganti pasangan merupakan kelompok manusia yang berisiko   tinggi terinfeksi virus HIV.
    1.1. Homoseksual
        Didunia barat, Amerika Serikat dan Eropa tingkat promiskuitas homoseksual
        menderita AIDS, berumur antara 20-40 tahun dari semua golongan rusial.
        Cara hubungan seksual anogenetal merupakan perilaku seksual dengan resiko
        tinggi bagi penularan HIV, khususnya bagi mitra seksual yang pasif menerima
        ejakulasi semen dari seseorang pengidap HIV. Hal ini sehubungan dengan
        mukosa rektum yang sangat tipis dan mudah sekali mengalami pertukaran
        pada saat berhubungan secara anogenital.
    1.2. Heteroseksual
        Di Afrika dan Asia Tenggara cara penularan utama melalui hubungan
        heteroseksual pada promiskuitas dan penderita terbanyak adalah kelompok
        umur seksual aktif baik pria maupun wanita yang mempunyai banyak
        pasangan dan berganti-ganti.

2. Transmisi Non Seksual
    2.1 Transmisi Parenral
          2.1.1.       Yaitu akibat penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya
          (alat tindik) yang telah terkontaminasi, misalnya pada penyalah gunaan
          narkotik suntik yang menggunakan jarum suntik yang tercemar secara
          bersama-sama. Disamping dapat juga terjadi melaui jarum suntik yang
          dipakai oleh petugas kesehatan tanpa disterilkan terlebih dahulu. Resiko
          tertular cara transmisi parental ini kurang dari 1%.
          2.1.2.     Darah/Produk Darah
          Transmisi melalui transfusi atau produk darah terjadi di negara-negara
          barat sebelum tahun 1985. Sesudah tahun 1985 transmisi melalui jalur ini
          di negara barat sangat jarang, karena darah donor telah diperiksa sebelum
          ditransfusikan. Resiko tertular infeksi/HIV lewat trasfusi darah adalah lebih  dari 90%.
    2.2. Transmisi Transplasental
          Penularan dari ibu yang mengandung HIV positif ke anak mempunyai resiko sebesar 50%. Penularan dapat terjadi sewaktu hamil, melahirkan dan
          sewaktu menyusui. Penularan melalui air susu ibu termasuk penularan
          dengan resiko rendah.
VI. PATOGENESIS
        Dasar utama patogenesis HIV adalah kurangnya jenis limposit T
helper/induser yang mengandung marker CD 4 (sel T 4). Limfosit T 4 merupakan
pusat dan sel utama yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam
menginduksi fungsi-fungsi imunologik. Menurun atau hilangnya sistem imunitas
seluler, terjadi karena HIV secara selektif menginfeksi sel yang berperan membentuk zat antibodi pada sistem kekebalan tersebut, yaitu sel lymfosit T4. Setelah HIV mengikat diri pada molekul CD 4, virus masuk kedalam target dan ia melepas bungkusnya kemudian dengan enzym reverse transcryptae ia merubah bentuk RNA agar dapat bergabung dengan DNA sel target. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengundang bahan genetik virus. Infeksi HIV dengan demikian menjadi irreversibel dan berlangsung seumur hidup.
        Pada awal infeksi, HIV tidak segera menyebabkan kematian dari sel yang di
infeksinya tetapi terlebih dahulu mengalami replikasi (penggandaan), sehingga ada kesempatan untuk berkembang dalam tubuh penderita tersebut, yang lambat laun akan menghabiskan atau merusak sampai jumlah tertentu dari sel lymfosit T4. setelah beberapa bulan sampai beberapa tahun kemudian, barulah pada penderita akan terlihat gejala klinis sebagai dampak dari infeksi HIV tersebut. Masa antara terinfeksinya HIV dengan timbulnya gejala-gejala penyakit (masa inkubasi) adalah 6 bulan sampai lebih dari 10 tahun, rata-rata 21 bulan pada anak-anak dan 60 bulan pada orang dewasa.
        Infeksi oleh virus HIV menyebabkan fungsi kekebalan tubuh rusak yang
mengakibatkan daya tahan tubuh berkurang atau hilang, akibatnya mudah terkena penyakit-penyakit lain seperti penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, protozoa, dan jamur dan juga mudah terkena penyakit kanker seperti sarkoma kaposi. HIV mungkin juga secara langsung menginfeksi sel-sel syaraf, menyebabkan
kerusakan neurologis.
VII. MANIFESTASI KLINIS AIDS
        Tanda-tanda gejala-gejala (symptom) secara klinis pada seseorang penderita AIDS adalah diidentifikasi sulit karena symptomasi yang ditujukan pada umumnya adalah bermula dari gejala-gejala umum yang lazim didapati pada berbagai penderita penyakit lain, namun secara umum dapat kiranya dikemukakan sebagai
berikut :
• Rasa lelah dan lesu
• Berat badan menurun secara drastis
• Demam yang sering dan berkeringat diwaktu malam
• Mencret dan kurang nafsu makan
• Bercak-bercak putih di lidah dan di dalam mulut
• Pembengkakan leher dan lipatan paha
• Radang paru-paru
• Kanker kulit
       Manifestasi klinik utama dari penderita AIDS pada umumnya ada 2 hal antara
lain tumor dan infeksi oportunistik :
1. Manifestadi tumor diantaranya;
    a. Sarkoma kaposi ; kanker pada semua bagian kulit dan organ tubuh.
        Frekuensi kejadiannya 36-50% biasanya terjadi pada kelompok homoseksual,
        dan jarang terjadi pada heteroseksual serta jarang menjadi sebab kematian
        primer.
    b. Limfoma ganas ; terjadi setelah sarkoma kaposi dan menyerang syaraf, dan
        bertahan kurang lebih 1 tahun.
2. Manifestasi Oportunistik diantaranya
    2.1. Manifestasi pada Paru-paru
        2.1.1. Pneumonia Pneumocystis (PCP)
                Pada umumnya 85% infeksi oportunistik pada AIDS merupakan
                infeksi paru-paru PCP dengan gejala sesak nafas, batuk kering, sakit
                bernafas dalam dan demam.
        2.1.2. Cytomegalo Virus (CMV)
                Pada manusia virus ini 50% hidup sebagai komensial pada paru-paru
                tetapi dapat menyebabkan pneumocystis. CMV merupakan penyebab
                kematian pada 30% penderita AIDS.
        2.1.3. Mycobacterium Avilum
                Menimbulkan pneumoni difus, timbul pada stadium akhir dan sulit
                disembuhkan.
        2.1.4. Mycobacterium Tuberculosis
                Biasanya timbul lebih dini, penyakit cepat menjadi miliar dan cepat
                menyebar ke organ lain diluar paru.
    2.2. Manifestasi pada Gastroitestinal
        Tidak ada nafsu makan, diare khronis, berat badan turun lebih 10% per
        bulan.
3. Manifestasi Neurologis
       Sekitar 10% kasus AIDS nenunjukkan manifestasi Neurologis, yang biasanya
timbul pada fase akhir penyakit. Kelainan syaraf yang umum adalah ensefalitis,
meningitis, demensia, mielopati dan neuropari perifer.
VIII. PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN DIAGNOSISI AIDS
       Human Immunodefeciency Virus dapat di isolasi dari cairan-cairan yang
berperan dalam penularan AIDS seperti darah, semen dan cairan serviks atau
vagina.
       Diagnosa adanya infeksi dengan HIV ditegakkan di laboratoruim dengan
ditemukannya antibodi yang khusus terhadap virus tersebut. Pemeriksaan untuk
menemukan adanya antibodi tersebut menggunakan metode Elisa (Enzyme Linked
Imunosorbent Assay). Bila hasil test Elisa positif maka dilakukan pengulangan dan bila tetap positif setelah pengulangan maka harus dikonfirmasikan dengan test yang lebih spesifik yaitu metode Western Blot.
        Dasar dalam menegakkan diagnosa AIDS adalah :
1. Adanya HIV sebagai etiologi (melalui pemeriksaan laboratorium).
2. Adanya tanda-tanda Immunodeficiency.
3. Adanya gejala infeksi oportunistik.
        Dalam prakteknya yang dipakai sebagai petunjuk adalah infeksi oportunistik
atau sarkoma kaposi pada usia muda kemudian dilakukan uji serologis untuk
mendeteksi zat anti HIV (Elisa, Western Blot).

IX. SITUASI AIDS DI INDONESIA
        Pandemi global AIDS telah sampai di Indonesia. Kasus AIDS pertama di
Indonesia pada tahun 1987 seorang wisatawan Belanda yang meninggal di Bali pada 1988. Enam tahun kemudian virus HIV telah terdeteksi di sembilan propinsi di Indonesia.
        Menurut data Ditjen PPM dan PLP Departemen Kesehatan hingga bulan Mei
1998 telah tercatat 685 kasus HIV/ AIDS, diantaranya 184 penderita AIDS dan 501 penderita HIV yang dilaporkan oleh 23 propinsi di Indonesia. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebanyak 100 kali sejak tahun 1987 yang pada waktu itu baru tercatat 6 kasus (lihat tabel 1)
                                       Tabel. 1
                      Jumlah Kasus HIV/ AIDS Menurut Tahun

Tahun
AIDS
HIV  
Jumlah
  1987    
4
2
6
  1988 
5
2
7
1989  
4
3
7
1990
4
5
9
1991
6
12
18
1992
18
10
28
1993
96
17
113
1994
71
16
87
1995
69
20
89
1996
105
32
137
1997
84
34
118
01/01/98
2
0
2
02/01/98
0
1
1
03/01/98
7
2
9
04/01/98
6
23
29
Mei 1998
20
5
25
Total
501
184
685
X. UPAYA PENCEGAHAN AIDS
        Mengingat sampai saat ini obat untuk mengobati dan vaksin untuk mencegah AIDS belum ditemukan, maka alternatif untuk menanggulangi masalah AIDS yang terus meningkat ini adalah dengan upaya pencegahan oleh semua pihak untuk tidak terlibat dalam lingkaran transmisi yang memungkinkan dapat terserang HIV.
        Pada dasarnya upaya pencegahan AIDS dapat dilakukan oleh semua pihak
asal mengetahui cara-cara penyebaran AIDS.                                        6
        Ada 2 cara pencegahan AIDS yaitu jangka pendek dan jangka panjang :
1. Upaya Pencegahan AIDS Jangka Pendek
        Upaya pencegahan AIDS jangka pendek adalah dengan KIE, memberikan
    informasi kepada kelompok resiko tinggi bagaimana pola penyebaran virus    
AIDS
    (HIV), sehingga dapat diketahui langkah-langkah pencegahannya.
            Ada 3 pola penyebaran virus HIV :
    1. Melalui hubungan seksual
    2. Melaui darah
    3. Melaui ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya
    Ad.1. Pencegahan Infeksi HIV Melaui Hubungan Seksual
        HIV terdapat pada semua cairan tubuh penderita tetapi yang terbukti
    berperan dalam penularan AIDS adalah mani, cairan vagina dan darah.
    HIV dapat menyebar melalui hubungan seksual pria ke wanita, dari wanita ke
    pria dan dari pria ke pria.
    Setelah mengetahui cara penyebaran HIV melaui hubungan seksual maka upaya
    pencegahan adalah dengan cara :
    • Tidak melakukan hubungan seksual. Walaupun cara ini sangat efektif, namun
        tidak mungkin dilaksanakan sebab seks merupakan kebutuhan biologis.
    • Melakukan hubungan seksual hanya dengan seorang mitra seksual yang setia
        dan tidak terinfeksi HIV (homogami)
    • Mengurangi jumlah mitra seksual sesedikit mungkin
    • Hindari hubungan seksual dengan kelompok rediko tinggi tertular AIDS.
    • Tidak melakukan hubungan anogenital.
    • Gunakan kondom mulai dari awal sampai akhir hubungan seksual dengan
        kelompok resiko tinggi tertular AIDS dan pengidap HIV.
    Ad.2. Pencegahan Infeksi HIV Melalui Darah
                Darah merupakan media yang cocok untuk hidup virus AIDS.
        Penularan AIDS melalui darah terjadi dengan :
    − Transfusi darah yang mengandung HIV.
    − Jarum suntik atau alat tusuk lainnya (akupuntur, tato, tindik) bekas pakai
        orang yang mengidap HIV tanpa disterilkan dengan baik.
    − Pisau cukur, gunting kuku atau sikat gigi bekas pakai orang yang mengidap
        virus HIV.
            Langkah-langkah untuk mencegah terjadinya penularan melalui darah
    adalah:
    − Darah yang digunakan untuk transfusi diusahakan bebas HIV dengan jalan
        memeriksa darah donor. Hal ini masih belum dapat dilaksanakan sebab
        memerlukan biaya yang tingi serta peralatan canggih karena prevalensi    HIV di Indonesia masih rendah, maka pemeriksaan donor darah hanya dengan uji  petik.
    − Menghimbau kelompok resiko tinggi tertular AIDS untuk tidak menjadi donor darah. Apabila terpaksa karena menolak, menjadi donor menyalahi kode etik, maka darah yang dicurigai harus di buang.
    − Jarum suntik dan alat tusuk yang lain harus disterilisasikan secara baku
        setiap kali habis dipakai.
    − Semua alat yang tercemar dengan cairan tubuh penderita AIDS harus
        disterillisasikan secara baku.

    −   Kelompok penyalahgunaan narkotik harus menghentikan              kebiasaan  penyuntikan obat ke dalam badannya serta menghentikan   kebiasaan  mengunakan jarum suntik bersama.
    −   Gunakan jarum suntik sekali pakai (disposable)
    −   Membakar semua alat bekas pakai pengidap HIV.
    Ad.3. Pencegahan Infeksi HIV Melalui Ibu
        Ibu hamil yang mengidap HIV dapat memindahkan virus tersebut kepada
    janinnya. Penularan dapat terjadi pada waktu bayi di dalam kandungan, pada
    waktu persalinan dan sesudah bayi di lahirkan.
        Upaya untuk mencegah agar tidak terjadi penularan hanya dengan himbauan
    agar ibu yang terinfeksi HIV tidak hamil.
2. Upaya Pencegahan AIDS Jangka Panjang
        Penyebaran AIDS di Indonesia (Asia Pasifik) sebagian besar adalah karena
hubungan seksual, terutama dengan orang asing. Kasus AIDS yang menimpa orang Indonesia adalah mereka yang pernah ke luar negeri dan mengadakan hubungan seksual dengan orang asing.
        Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko penularan dari suami pengidap
HIV ke istrinya adalah 22% dan istri pengidap HIV ke suaminya adalah 8%. Namun ada penelitian lain yang berpendapat bahwa resiko penularan suami ke istri atau istri ke suami dianggap sama. Kemungkinan penularan tidak terganggu pada frekuensihubungan seksual yang dilakukan suami istri. Mengingat masalah seksual masih merupakan barang tabu di Indonesia, karena norma-norma budaya dan agama yang masih kuat, sebetulnya masyarakat kita tidak perlu risau terhadap penyebaran virus AIDS. Namun demikian kita tidak boleh lengah sebab negara kita merupakan negara terbuka dan tahun 1991 adalah tahun melewati Indonesia.
        Upaya jangka panjang yang harus kita lakukan untuk mencegah
merajalelanya AIDS adalah merubah sikap dan perilaku masyarakat dengan kegiatan yang meningkatkan norma-norma agama maupun sosial sehingga masyarakat dapat berperilaku seksual yang bertanggung jawab.
        Yang dimaksud dengan perilaku seksual yang bertanggung jawab adalah :
a. Tidak melakukan hubungan seksual sama sekali.
b. Hanya melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang setia dan tidak
    terinfeksi HIV (monogamy).
c. Menghindari hubungan seksual dengan wanita-wanita tuna susila.
d. Menghindari hubungan seksual dengan orang yang mempunyai lebih dari satu
    mitra seksual.
e. Mengurangi jumlah mitra seksual sesedikit mungkin.
f. Mengurangi jumlah mitra seksual sesedikit mungkin
g. Hindari hubungan seksual dengan kelompok resiko tinggi tertular AIDS.
h. Tidak melakukan hubungan anogenital.
i. Gunakan kondom mulai dari awal sampai akhir hubungan seksual.
        Kegiatan tersebut dapat berupa dialog antara tokoh-tokoh agama,
penyebarluasan informasi tentang AIDS dengan bahasa agama, melalui penataran P4 dan lain-lain yang bertujuan untuk mempertebal iman serta norma-norma agama menuju perilaku seksual yang bertanggung jawab.
        Dengan perilaku seksual yang bertanggung jawab diharapkan mampu
mencegah penyebaran penyakit AIDS di Indonesia.                                                  AIDS merupakan masalah kesehatan internasional yang perlu segera
ditanggulangi. AIDS berkembang secara pandemi hampir di setiap negara di Dunia, termasuk Indonesia.
         Epidemi yang terjadi meliputi penyakit (AIDS), virus (HIV) dan epidemi
reaksi / dampak negatif diberbagai bidang seperti kesehatan, sosial, ekonomi,
politik, kebudayaan, dan demografi.

         Sampai saat ini obat dan vaksin untuk menaggulangi AIDS belum ditemukan.Untuk itu alternatif lain yang lebih mendekati dalam upaya pencegahan. Upaya pencegahan dapat dilakukan oleh semua pihak asal mengetahui cara-cara penularan AIDS.
         Penularan AIDS terjadi melalui hubungan seksual, parental dan
transplasental, sehingga upaya pencegahan perlu diarahkan untuk merubah perilaku seksual masyarakat (terutama yang memilikiki resiko tinggi), menghindari infeksimelalui donor darah, dan upaya pencegahan infeksi perinatal sebelum ibu hamil. Perubahan perilaku dilakukan dengan penyuluhan kesehatan.
                              
sumber:http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=78:sidagori-sida-rhombifolia-tanaman-obat-potensial-penyembuh-asam-urat&catid=19:artikel

OBAT ALAMI ASAM URAT

SIDAGORI (Sida rhombifolia), TANAMAN OBAT POTENSIAL PENYEMBUH ASAM URAT

Sidagori (Sida rhombifoli Linn.) merupakan salah satu jenis tanaman obat dari famili Malvaceae yang memiliki banyak khasiat sebagai obat. Tanaman ini merupakan tanaman semak yang tumbuh liar dan banyak ditemui di pinggir selokan, sungai dan di bawah pohon besar. Salah satu khasiat utamanya adalah untuk menyembuhkan penyakit asam urat yang sering diderita baik pria maupun wanita di atas usia tiga puluh tahun. Penggunaan tanaman ini untuk obat tidak be-gitu sulit, yakni dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman be-rupa daun, batang dan akar. Semua bagian tanaman direbus dan terakhir di tambahkan gula merah untuk menambah rasa. Air seduhan sidagori ini diminum secara teratur selama tiga hari.
Tanaman obat sidagori (Sida rhombifolia Linn.) memiliki sinonim Sida spinosa Linn. atau Sida retusa Linn., saat ini telah banyak dikenal masyarakat karena dapat menyembuhkan berbagai pe-nyakit. Dengan adanya kecenderungan pola hidup masyarakat untuk kembali ke alam, maka penggunaan obat tradisional saat ini kembali meningkat. Penggunaan obat-obatan tradisional tersebut disamping biayanya murah, efek penyembuhannya benar-benar dapat dirasakan.

Sidagori tumbuh tersebar di daerah tropis di seluruh dunia, mulai dari dataran rendah sampai ketingian 1450 m di atas permukaan laut. Merupakan tanaman semak yang memiliki tinggi mencapai 70 cm. Batang agak berkayu, bulat agak liat dengan warna cokelat. Daun tunggal, letak daun berseling berbentuk jantung, ujung bertoreh, pertulangan menyirip, berbulu rapat dan berwarna hijau. Panjang daun 1,5 - 4,0 cm dan lebar 1,0 - 1,5 cm. Bunga tunggal, bulat telur keluar dari di ketiak daun. Makhota bunga ber-warna kuning agak orange. Bunga mekar pukul 12 siang dan layu sekitar 3 jam kemudian. Buahnya bua batu terdiri dari 8 - 10 kendaga, diameter 6 - 7 mm. Buah muda berwarna hijau dan buah tua berwarna hitam. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah terbuka dan sering ditemui hidup liar di pinggiran selokan, pinggir sungai, dan di bawah tegakan pohon besar (Gambar di atas).

Budidaya
Sampai saat ini sidagori masih termasuk tanaman liar karena belum ada yang membudidayakannya. Selama ini perbanyakan tanaman dilakukan secara generatif dengan biji yang secara alami berkecambah di sekitar induknya atau terbawa angin dan berkecambah di tempat lain. Perbanyakan dengan setek tergolong sulit sehingga jarang dilakukan.

Fitokimia
Sidagori memiliki sifat khas manis dan mendinginkan. Kandung-an utama tanaman adalah tanin, fla-vonoid, saponin, alkaloid dan gliko-sida. Di samping itu juga ditemui kalsium oksalat, fenol, steroid, efedrine dan asam amino. Kadar kimia zat tersebut ditemui pada kisaran yang berbeda-beda pada jaringan tanaman. Pada akar ditemui alkaloid, steroid dan efedrine. Pada daun di-temui juga alkaloid, Kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino dan minyak atsiri, pada batang ditemui calsium oksalat dan tanin.

Pembuatan simplisia
Seluruh bagian tanaman sidagori dapat dijadikan simplisia yaitu daun, batang dan akar. Pembuatan simp-lisia sidagori cukup mudah. Ta-naman sidagori dicabut dari tanah, lalu semua kotoran yang menempel pada tanaman dibersihkan dengan air mengalir. Setelah itu, dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari sampai tanaman benar-benar kering yang ditandai dengan daun, batang dan akar yang gampang dipatahkan. Setelah itu simplisia dimasukan ke dalam kantong plastik putih dan diikat lalu disimpan pada suhu ruang untuk digunakan sewaktu-waktu se-bagai bahan obat.

Kegunaan/manfaat
Sidagori memiliki khasiat anti radang, anti inflamasi, diuretik dan analgesik. Penggunaan tanaman ini sebagai obat telah lama diyakini masyarakat. Pada awalnya tanaman ini sering digunakan untuk meng-obati penyakit, diantaranya rematik, demam, disentri, cacing kremi, bisul dan ketombe. Namun akhir-akhir ini sidagori banyak dimanfaatkan oleh penderita penyakit asam urat. Pada prinsipnya semua orang mengandung asam urat dengan kadar yang berbeda-beda sesuai dengan kemam-puan metabolismenya. Kadar normal asam urat di dalam darah berkisar antara 2 - 7 mg% . Bila melebihi dari 7 mg%, maka kondisi tersebut akan dapat menimbulkan GOUT akibat kristalisasi dalam persendian. Gout adalah serangan asam urat yang parah sehingga penderita benar-benar merasa kesakitan. Kondisi ini terjadi akibat ginjal tidak akan sang-gup mengaturrnya sehingga ke-lebihannya akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Tapi jangan salah, kadar asam urat dalam level rendahpun ternyata berbahaya juga karena dapat menimbulkan sakit akibat pelepasan kristal dari tempat-nya menempel di persendian. GOUT yang disebabkan oleh asam urat memang muncul sesekali karena meta-bolisme purin yang tidak normal. Makin tinggi kadar purin dalam darah akan meningkatkan kadar asam urat.

Pada beberapa daerah seperti Bogor dan Jakarta, tanaman ini sudah banyak diaplikasikan masyara-kat untuk mengobati asam urat yang terbukti dengan banyaknya informasi di media mengenai pengalaman keberhasilan menggunakan terhadap tanaman ini. Khususnya di Balitro sendiri, pemanfaatan tanaman ini sudah banyak dicoba oleh peneliti dan kemanjurannya cukup terbukti. Sebenarnya penggunaannya sebagai obat tidak begitu sulit, hanya dengan mengkonsumsi seluruh bagian dari tanaman yaitu batang, daun dan akarnya. Untuk tujuan menyembuh-kan asam urat, akar tanaman lebih berperan penting karena kandungan zat berkhasiat tersebut lebih tinggi di akar. Disarankan menggunakan satu batang lengkap tanaman sida-gori termasuk akarnya (100 g/tanam-an), dicuci bersih lalu direbus dengan menggunakan air sebanyak satu liter. Air rebusan ditunggu sam-pai menjadi setengahnya, kemudian disaring. Air rebusan sidagori rasanya sedikit langu, perlu ditambahkan sesendok gula pasir atau gula merah ke dalam air seduhan sehingga rasa-nya menjadi agak manis. Teknik ini sebaiknya dilakukan selama tiga hari, sehingga proses penyembuhan asam urat lebih berhasil.

Mengingat tanaman ini sangat potensial, disarankan aspek budidaya perlu diteliti karena sampai saat ini tanaman masih tergolong liar, begitu juga dengan penanganan pasca pa-nen sehingga simplisia yang dihasilkan dapat dijamin mutunya.
sumber:http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=78:sidagori-sida-rhombifolia-tanaman-obat-potensial-penyembuh-asam-urat&catid=19:artikel

Mencegah Jerawat

Jenis Makanan Pencegah Jerawat

Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. Hal ini juga termasuk kedalam mencegah timbulnya jerawat. Jerawat yang muncul diwajah seringkali menimbulkan sejumlah masalah, termasuk setelah jerawatnya menghilang dapat mengakibatkan masalah baru seperti bekas jerawat berupa flek hitam di wajah. Hal inilah yang mengakibatkan rasa kurang percaya diri pada seseorang.
Bagi remaja dan anak yang baru beranjak dewasa alias masa puber jerawat menjadi suatu momok yang menakutkan, terlebih bagi seorang wanita yang dituntut untuk selalu memperhatikan penampilan. Banyak orang yang salah kaprah dalam masalah penanganan masalah jerawat. Obat jerawat atau perawatan kulit yang mahalpun tak menjamin bisa mengatasi jerawat secara efektif.
Menurut Elliott Weiss, M.D., dokter kulit dari Laser & Skin Surgery Center of New York, sebuah penelitian menunjukkan kebiasaan makan Anda berkontribusi besar terhadap munculnya jerawat. Termasuk, memperburuk kondisi jerawat
“Satu hal yang menarik, jerawat jadi masalah dominan pada masyarakat yang mengikuti diet barat (konsumsi gula dan produk biji-bijian olahan yang tinggi). Sedangkan, pada masyarakat yang mengikuti diet ala pemburu dan peramu (konsumsi daging, sayuran, biji-bijian, dan tidak mengonsumsi makanan olahan atau kemasan) tidak memiliki masalah dengan jerawat,” katanya seperti dikutip dari Totalbeauty.com.
Hal ini tak lepas dari pemicu utama jerawat yaitu kondisi hiperkeratosis folikel (proliferasi), yang mengarah ke penyumbatan folikel dan peradangan. Pada kenyataannya, makanan yang Anda konsumsi setiap hari berkontribusi terhadap proses ini.
Menurut dr Weiss, makanan yang harus dihindari untuk mencegah munculnya jerawat adalah makanan manis, konsumsi produk susu berlebihan serta produk biji-bijian olahan. Cara ini bukan hanya akan mempercantik kulit, tetapi juga menjaga lingkar pinggang dan bobot tubuh Anda. Selain itu, perbanyak juga konsumsi tiga makanan ini.
1. Sayur dan buah dengan kadar air tinggi
Sayuran dengan kadar air tinggi, bisa membantu mengurangi munculnya jerawat. Air merupakan kunci untuk menghentikan penyumbatan dan membuang racun yang bisa memicu jerawat. Untuk itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur berkadar air tinggi seperti mentimun, semangka, wortel, kiwi dan tomat.
2. Tiram
Makanan satu ini memang diketahui bisa meningkatkan hasrat seksual. Manfaat lainnya adalah mampu menyembuhkan jerawat karena kandungan zincnya yang tinggi. Zinc membantu mengontrol pelepasan hormon pemicu jerawat.
3. Yogurt
Produk susu diketahui bisa memicu munculnya jerawat. Namun, kandungan bakteri baik pada yogurt dapat membantu mencegah munculnya bakteri jahat pemicu pembentukan jerawat.  Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi yogurt tawar dan tambahkan irisan buah segar, seperti pisang atau apel.
• VIVAnews
Selain mengkonsumsi tiga jenis makanan pencegah jerawat tersebut, ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk menangani masalah jerawat secara alami salah satunya yaitu dengan obat jerawat tradisional jelly gamat gold g. Jelly Gamat gold g dapat menghilangkan bekas jerawat secara alami karena kandungan kolagen yang terkandung dalam Gold-G Sea Cucumber Jelly menyumpal bagian permukaan kulit yang tak merata, termasuk keriput serta kulit bekas jerawat.
Cara pemakainnya cukup mudah, yaitu dengan mengoleskeun obat jerawat (jelly gamat gold g) ke seluruh muka bagian wajah secara merata (sebagai masker, namun sebelum itu alangkah baiknya sebelum menggunakannya sebagai masker wajah dicuci bersih terlebih dahulu lalu dilap dengan washlap yg diperas air hangat). usap2 lembut ke wajah agar pori2 membuka, lalu oleskan jelly gamat gold g sambil pijat lembut. biarkan 30 menit, lalu bilas dan cuci bersih.
Tidak hanya itu untuk pengobatan dari dalam, obat jerawat jelly gamat gold g bisa anda konsumsi 2 sendok makan 3 kali sehari sebelum makan. Untuk informasi lebih lengkap mengenai obat jerawat tradisional, klik disini dan untuk informasi pemesananya HUB. 08999812996
sumber : http://obat-alami.acepsuherman.biz/jenis-makanan-pencegah-jerawat/

Rabu, 30 November 2011

RADANG SENDI

Daftar Pemicu Kambuhnya Radang Sendi | Gejala Penyakit Radang Sendi. Radang sendi adalah penyakit kronis karena terjadinya peradangan pada jaringan yang melapisi sendi. Radang sendi jarang sembuh dengan sendirinya dan cenderung sering kumat jika si penderitanya tidak menghindari pemicunya. Berikut daftar pemicu kambuhnya radang sendi.
Saat kambuh, penyakit ini membatasi aktivitas penderita dan menyebabkan rasa sakit ketika berjalan atau mengggerakkan tangan. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan struktur sendi progresif yang menyebabkan perubahan bentuk sendi dan kecacatan.

Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi risiko dan gejala radang sendi. Beberapa faktor memainkan peranan baik besar atau kecil terhadap kambuhnya radang sendi seperti dilansir health.com, Selasa (20/9/2011):

1. Merokok
"Salah satu faktor yang mempengaruhi radang sendi adalah merokok," kata Susan Goodman, MD, rheumatologist di Rumah Sakit Khusus Bedah di New York City. "Merokok jelas memiliki dampak, itu memperparah kondisi dan meningkatkan kemungkinan terserang Radang sendi," katanya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa radang sendi pada orang yang bukan perokok lebih sedikit bengkak dan nyeri sendinya dibandingkan pada perokok. Radang sendi pada perokok tiga kali lebih mungkin berkembang menjadi arthritis yang parah dan dua kali lebih mungkin menyebabkan kerusakan sendi.

2. Kopi
Hubungan antara kopi atau teh dan radang sendi sebenarnya masih diperdebatka. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa minum kopi tanpa kafein sebanyak empat cangkir sehari atau lebih dapat meningkatkan risiko terkena radang sendi.

Tetapi kopi berkafein tidak memiliki dampak apapun, sedangkan teh justru dapat mengurangi risikonya. Penelitian lain menemukan bahwa tidak ada korelasi antara kafein dan radang sendi,

Namun, beberapa jenis kopi dapat menyebabkan beberapa obat radang sendi seperti methotrexate (Rheumatrex, Trexall), menjadi kurang efektif.

3. Cuaca
Penelitian mengenai hubungan antara cuaca dengan radang sendi sebenarnya masih sedikit, namun tampaknya ada hubungan antara cuaca dan gejala radang sendi. Sangat mungkin tekanan barometrik dan perubahan suhu berdampak besar pada gejalanya.

Perubahan iklim cenderung memperburuk gejala, sehingga pasien radang sendi mungkin merasa lebih baik ketika cuaca lebih konsisten.

4. Alergi musiman
Seperti faktor-faktor lain sebelumnya, hubungan antara radang sendi dan alergi dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan radang sendi cenderung lebih jarang mengalami alergi. Dan orang yang memiliki keduanya mungkin memiliki gejala radang sendi yang kurang parah.

"Dugaan saya adalah bahwa beberapa obat alergi dapat membantu beberapa terapi gejala Radang sendi. Atau bisa saja orang-orang yang mengalami gejala radang sendi kurang merasakannya karena begitu terganggu dan sengsara dengan alergi mereka," kata Dr. Goodman.

5. Alkohol
Dalam sebuah penelitian terbaru di jurnal Rheumatology, peneliti menanyai sekitar 1.800 orang tentang kebiasaan minum alkoholnya dan radang sendi.

Peneliti menemukan bahwa orang yang meminum setidaknya satu gelas tiga hari atau lebih dalam seminggu memilki kemungkinan empat kali lebih besar terserang radang sendi dibandingkan yang bukan peminum. Pasien radang sendi yang tidak minum cenderung memiliki gejala lebih ringan..

6. Kurang Vitamin D
Hubungan antara vitamin D dan radang sendi sebenarnya cukup rumit. Penelitian menunjukkan wanita di Amerika Serikat bagian timur laut lebih besar risikonya mengalami radang sendi dibandingkan yang hidup di daerah yang lebih hangat.

Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan kekurangan vitamin D. Dan kekurangan vitamin D berkaitan dengan penyakit autoimun lainnya.

"Vitamin D memiliki banyak efek kekebalan dan metabolik serta sangat penting untuk kesehatan tulang," kata Dr. Goodman. Vitamin D merupakan bagian yang penting untuk kesehatan tulang secara keseluruhan."

7. Kehamilan
Sulit untuk memprediksi dampak kehamilan pada Radang sendi. Wanita biasanya berhenti minum obat ketika hamil karena obatnya bisa melukai janin.

"Pada beberapa ibu hamil, gejala radang sendi justru membaik atau bahkan sembuh," Dr. Goodman mengatakan. Dia mengaitkan hal ini dengan fakta bahwa sistem kekebalan tubuh ditekan selama kehamilan.

Tetapi ibu hamil lain ada yang mengalami sakit akibat radang sendi bahkan lebih dari yang biasanya dirasakan. Dan pada ibu-ibu hamil terkadang dapat mencetuskan gejala setelah melahirkan.

8. Hormon atau kontrasepsi
Data mengenai hubungan antara hormon dan radang sendi masih sedikit. Penelitian belum dapat menemukan hubungan antara kontrasepsi dan risiko radang sendi atau tingkat keparahan penyakitnya. Sebuah penelitian tahun 2004 menemukan bahwa wanita yang siklus haidnya tidak teratur memiliki risiko terserang radang sendi lebih tinggi.

9. Pilek atau flu
Tampaknya ada sebuah hubungan antara flu dan memburuknya gejala radang sendi. Dan flu dapat sangat berbahaya bagi orang yang memakai obat untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh, temasuk sebagian besar obat yang digunakan untuk mengobati radang sendi.

Centers for Disease Control and Prevention di AS merekomendasikan vaksin flu untuk pasien radang sendi, tapi bukan vaksin flu semprot lewat hidung yang mengandung virus hidup.
SUMBER :http://lintasberitabaru.blogspot.com/2011/09/daftar-pemicu-kambuhnya-radang-sendi.html